PERJALANAN DUKCAPIL KOTA BENGKULU DALAM MENERAPKAN PELAYANAN KTP EL SATU HARI JADI

Di buat oleh admin Pada Jum'at, 18 Maret 2016 15:43:40 Kategori News

Dinas Dukcapil Kota Bengkulu mulai menerapkan pelayanan pencetak KTP El pada akhir tahun 2014, dimana sebelumnya pelayanan pencetakan KTP EL dilaksanakan oleh pusat melalui program perekaman dan pencetakan massal KTP EL se-Indonesia. Seiring dengan adanya UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tentang Administrasi Kependudukan maka Pencetakan dokumen/personalisasi KTP-el yang selama ini dilaksanakan terpusat di Jakarta dilimpahkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota.

Di awal pelaksanaan pencetakan KTP EL Dinas Dukcapil Kota Bengkulu menerapkan pelayanan pencetakan KTP EL 10 menit jadi ditempat, masyarakat diwajibkan datang untuk aktivasi sidik jari, pada hari pertama dan kedua pelayanan pencetakan KTP EL 10 menit jadi ditempat berjalan lancar bahkan sukses!! Bayangkan 10 menit jadi!! Masyarakat yang terlayani sangat puas, Ini merupakan rekor tercepat pelayanan yang dilakukan Dukcapil Kota Bengkulu. Namun dalam hari hari berikutnya seiring informasi mulai tersebar di masyarakat bahwa Dukcapil Kota Bengkulu telah dapat mencetak KTP EL, masyarakat berbondong-bondong ke Kantor Dukcapil, Kantor Dukcapil Booming oleh warga, keramaiannya melebihi acara hajatan kawinan, luar biasa!! Dalam hitungan minggu lebih dari 10.000 masyarakat mendaftar. Membludaknya pendaftaran ini akibat dari banyaknya masyarakat yang telah lama merekam namun belum menerima KTP EL dari program pencetakan massal oleh pusat.

Berikutnya Dinas Dukcapil Kota Bengkulu mulai kewalahan dalam melayani pencetakan KTP EL warga, program pelayanan pencetakan 10 menit jadi tidak dapat dilaksanakan lagi, bahkan memakan waktu berbulan bulan, karena alat pencetak KTP EL yang dimiliki Dukcapil Kota Bengkulu sangat terbatas, hanya 2 unit! Yang merupakan bantuan dari pusat. Alat yang tersedia hanya mampu mencetak 100 KTP EL sehari, tidak sebanding dengan masyarakat yang mendaftar mencapai 10.000 lebih. Alat yang ada overload, rentan rusak karena melebihi kapasitas. Bisa anda bayangkan lamanya pelayanan bagi seseorang yang ingin mencetak KTP EL (10.000 pendaftar : 100 =3,3 bulan). Sesuai prediksi penulis hal ini mencuat menjadi masalah, masyarakat Kota Bengkulu protes dengan lamanya pelayanan KTP EL. Tidak lama kemudian sidak dari Wakil Walikota Bengkulu maupun dari DPRD Kota Bengkulu berturut turut datang ke Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, menanyakan permasalahan yang terjadi di Dinas Dukcapil. Pimpinan kami Kadis Dukcapil Kota Bengkulu menjelaskan permasalahan yang ada, dan masukan penyidak menyarankan agar Dukcapil dapat menambah output pencetakan KTP EL salah satunya dengan menambah petugas yang ada untuk mencetak KTP EL. Sempat terpikir oleh penulis walaupun petugas pencetak ditambah dua kali lipat atau tiga kali lipat sekalipun output pencetakan akan tetap 100 karena alat yang ada hanya 2 unit, tidak mempengaruhi output. Petugas yang ada hanya bisa bergantian terhadap alat yang cuma 2 unit. Setelah di pikir pikir solusinya cuma satu, yaitu penambahan alat pencetak KTP EL, dengan bertambahnya alat pencetak maka bertambah pula output pencetakan sehingga nantinya akan dapat mengurai antrian pendaftar, yang kian hari kian membengkak, karena ketimpangan input dan output.

Sudah jelas langkah berikutnya bagi Dinas Dukcapil, yaitu berjuang untuk menambah alat pencetak KTP EL (untuk diketahui harga satu set alat pencetak KTP el sangat mahal), pimpinan kami Kadis Dukcapil berjuang bagaimana mendapat angggaran termasuk meyakinkan DPRD agar dapat di mengalokasikan anggaran untuk pembelian alat di APBD-P, alhamdulillah perjuangan tidak sia-sia, melalui anggaran yang ada Dukcapil akan ada penambahan alat, namun anggaran tersedia hanya cukup untuk membeli 1 unit alat pencetak, penambahan yang ada tidak secara signifikan mampu menyelesaikan masalah secara maksimal. Penulis sempat protes, Kok cuma satu sih!! (protes dalam hati), positip thinking sajalah, mungkin Pemda Kota masih banyak kebutuhan lain yang lebih penting, jadilah satu dari pada tidak sama sekali. Perjuangan berikutnya tidak kalah beratnya dengan perjuangan mencari anggaran, yaitu gimana caranya bertahan sampai dengan akhir tahun sampe dengan alat yang baru terbeli, APBD-P biasanya baru akhir tahun. Makin hari pendaftaran makin membengkak, pencetakan mampu 100 yang mendaftar 300, otomatis selisih makin lebar tiap harinya. Suka duka di alami Dukcapil Kota Bengkulu, tapi banyaklah dukanya, jadi kami coba ceritakan dukanya aja :

Duka pertama :

Solusi cerdas dari dukcapil adalah dengan cara pelayanan pencetakan dilemburkan sampai malam hari (ini juga salah satu masukan dari para penyidak), pelayanan sampai dengan jam 9 atau 10 malam, bayangkan masyarakat datang dan mengantri ke dukcapil malam hari, bahkan sempat diliput RB TV pula. Lembur pelayanan malam pun tidak dapat bertahan lama, para petugas satu persatu rontok, inilah dukanya para pegawai yang lembur,  iklas bekerja tanpa uang lembur, murni membantu untuk masyarakat karena memahami keterbatasan anggaran kantor yang minim uang lembur, para pegawai yang bertugas pun mulai diprotes oleh keluarga masing-masing karena lembur tidak berkesudahan, satu dua pegawai mulai jatuh sakit, dengan kondisi semakin mengkwatirkan para pegawai, maka lembur pelayanan malam dihentikan.

Duka kedua :

Setiap hari petugas Dukcapil menghadapi masyarakat yang protes, marah-marah dan ribut karena tidak maksimalnya pelayanan pencetakan KTP EL, hal ini banyak disebabkan masyarakat yang tidak mau mengantri, ingin segera dicetak dengan mengabaikan antrian yang lain, sehingga memancing kemarahan masyarakat yang lain yang antri terlebih dahulu. Setiap hari unsur pimpinan dari Kadis, sekdis banjir masyarakat yang menghadap untuk protes, marah atau pun ribut. Saya pun selaku penulis kebanjiran masalah juga dari masyarakat marah yang diarahkan menghadap ke saya. Setiap hari kami harus memberikan penjelasan dan pengertian kepada masyarakat. Berbekal ilmu kepamongan, menghadapi masyarakat menjadi makanan sehari-hari, alhamdulillah sampai dengan saat ini saya masi selamat. Kuncinya, apapun masalahnya dan seberat apapun masalah yang dibawa masyarakat, petugas harus mampu memberi solusi, permudah seluruh urusan, pasti redam!

Tidak jarang petugas frontline tersulut emosi atas tindakan masyarakat yang kelewat batas, menggebrak meja, mengajak berkelahi, mengancam membunuh, hal ini mejadi polemik di Dinas Dukcapil Kota Bengkulu karena telah menyangkut keselamatan pegawai, hal ini muncul karena dipicu lamanya antrian yang mencapai tiga bulan yang diakibatkan terbatasnya kemampuan dan jumlah alat pencetak KTP EL.

Di tengah susahnya Dinas Dukcapil bertahan, justru bantuan yang tidak terduga datang dari Provinsi Bengkulu dalam hal ini Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bengkulu, bantuan 2 unit alat pencetakan KTP EL diberikan ke Dinas Dukcapil oleh Karo Pememerintahan Bapak Hamka Sabri, saya yakin tidak banyak pejabat maupun masyarakat Kota Bengkulu tahu hal ini, bahwa Karo Pemerintahan Setda Provinsi memiliki andil dalam menciptakan pelayanan pencetakan KTP EL satu hari jadi melalui bantuan yang diberikan ke Dinas Dukcapil Kota Bengkulu. Bantuan ini diterima oleh Dukcapil Kota Bengkulu pada tanggal 1 Oktober 2015, dan mulai Bulan Oktober 2015 Dinas Dukcapil Kota Bengkulu mengubah pola pelayanan pencetakan KTP EL, pimpinan dalam hal ini Kadis Dukcapil Kota Bengkulu memutuskan agar PELAYANAN PENCETAKAN KTP EL SATU HARI JADI TANPA PENUNDAAN!. Untuk diketahui daerah kab/kota daerah lain masih menerapkan 3 sd 7 hari bahkan lebih dari satu minggu untuk pelayanan pencetakan KTP EL. Hingga saat ini program pencetakan KTP EL satu hari jadi di tempat  yang digagas Dinas Dukcapil Kota Bengkulu tetap berjalan dengan baik.


Penulis,

Administrator Database (ADB) Kota Bengkulu

Nofri Andriyanto, S.Stp, M.Si


Berita Terkait :


Bagikan :
share fb share g+ share twitterTv Online Streaming